Home News Cerita Warga Pulau Banyak yang Pernah Digigit Anjing Canon

Cerita Warga Pulau Banyak yang Pernah Digigit Anjing Canon

0

Eko Chandra (26), warga Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, masih ingat betul kejadian yang menimpanya pada September 2020. Saat itu, dia hendak menghadiri kegiatan adat yang dilaksanakan di kawasan Pulau Panjang.

Berharap bisa ikut meramaikan acara, namun dia malah dikejar-kejar dan digigit anjing bernama Canon milik pengusaha resor di Pulau Panjang itu.Eko bersama teman-temannya selalu menghadiri kegiatan tolak bala di Pulau Panjang.

Pada saat di Pulau Panjang, Eko melewati Kimo Resort. Di depan Kimo Resort itu, dia melihat anjing Canon milik pemilik resor sedang terikat dengan rantai. “Warga biasanya kalau tolak bala ke sana (Pulau Panjang). Jadi, kebetulan saya lewat situ depan Kimo Resort,” kata Eko, Senin (25/10/2021).

Eko menceritakan, awalnya ia dan teman-temannya sudah melihat Canon dengan posisi terikat berada di depan Kimo Resort yang ia lewati. Eko berpikir, rantai yang terikat pada anjing itu pendek dan tak mungkin menjangkau mereka.“Kita tidak tahu awalnya ikatannya itu bisa sampai menjangkau orang yang kalau lewat resor itu.

Aku pikir pendek rantainya, pas aku melewati anjing itu langsung diterkam pada bagian pergelangan kaki,” ujarnya.Usai digigit anjing tersebut kaki Eko sempat mengeluarkan darah, ia kemudian kembali ke Pulau Banyak yang jaraknya sekitar 20 menit menggunakan perahu mesin dari Pulau Panjang.Setiba di rumah pada malam harinya di Pulau Banyak, kaki Eko membengkak.

Kemudian ia pergi ke rumah sakit dan dokter mengatakan Eko harus disuntik antirabies.“Jadi aku dibawa ke Kabupaten Singkil untuk disuntik antirabies karena waktu itu di Pulau Banyak tidak ada suntik antirabies. Perjalanan Pulau Banyak ke Aceh Singkil sekitar 3,5 jam naik kapal,” tuturnya.

Setelah kejadian itu pemilik Kimo Resort sempat meminta maaf dan bertanggung jawab atas peristiwa yang menimpa Eko. Namun demikian, anjing milik mereka tak dipindahkan meski sudah sempat diprotes warga.

“Pemilik resor bersikeras anjing itu tetap di sana, sementara pemiliknya tidak 24 jam mengontrol dan memantau anjingnya. Waktu kejadian, warga sempat emosi, risih, sempat mau demo hanya untuk mengusir anjing itu. Tapi, karena ada solusi yang lain mungkin dia bisa mengamankan anjing itu jadi warga tidak jadi demo untuk mengusir anjingnya,” beber Eko.

Pemilik Anjing Diingatkan Sejak Tahun 2019

Sementara itu, Camat Pulau Banyak Mukhlis, mengatakan, sejak 2019 perangkat kecamatan di sana juga sudah pernah memperingatkan pemilik resor yang memelihara anjing di kawasan wisata Pulau Panjang.Mukhlis menjelaskan, pihaknya telah menyurati pemilik anjing agar tidak memelihara hewan tersebut di lokasi wisata, apalagi sampai mengganggu pengunjung atau wisatawan yang datang.

“Sudah kita surati sejak 2019, sudah diingatkan juga oleh kepala desa agar tidak memelihara anjing. Tapi tidak diindahkan oleh pemilik resor yang memelihara hewan di lokasi wisata tersebut,” kata Mukhlis, Senin (25/10).Setelah langkah baik yang dilakukan seperti mengirim surat, imbauan, dan teguran, tak dihiraukan.

Maka, pihaknya melalui petugas Satpol PP/WH melakukan pengambilan anjing secara paksa.Mengingat, kata Mukhlis, sudah ada kejadian dua warga jadi korban gigitan anjing di lokasi wisata Pulau Panjang.”Sudah ada dua orang korban yang digigit,“ ungkapnya. sumber : Kumparan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here