kuah beulangong

Aceh memiliki satu kuliner yang memiliki daya tarik sendiri yakni kuah beulangong.Dari dulu hingga sekarang kuah beulangong selalu diminati oleh masyarakat Aceh, khususnya di kawasan Aceh Besar. Selain lezat di lidah orang Aceh, banyak wisatawan luar Aceh yang menyukai kuah beulangong.

Dinamakan kuah beulangong karena memasaknya menggunakan belanga atau sebuah kuali besar yang oleh masyarakat Aceh disebut beulangong. Dalam satu kuali bisa menampung hingga lebih dari 200 porsi.

Uniknya, kuliner khas Aceh ini hanya boleh dimasak para pria. Hal ini tidak terlepas dari tradisi turun temurun dari masa kesultanan hingga sekarang.

Tidak hanya lezat, kuah beulangong menggambarkan kebersamaan dan silaturahmi antar keluarga dan warga.


Ini terlihat dari saat memasak yang dilakukan secara bergotong royong untuk kemudian disantap bersama warga setempat.

Biasanya kuah beulangong disajikan saat Maulid Nabi, hari pernikahan, dan tahun baru Islam.Cara membuat kuah beulangong khas Aceh terbilang mudah.

Daging yang sudah dipotong kecil-kecil lalu dicuci bersih dan dimasukkan ke dalam beulangong.Aduk dengan bumbu di atas sampai merata, dan tidak lupa ditaburkan garam yang sesuai.


Selanjutnya siram dengan air secukupnya, lalu aduk lagi menggunakan tangan. Tunggu daging hingga setengah matang dan juga bumbunya khas rempah dari Aceh yang di racik khusus oleh orang Aceh meresap sempurna.

Kemudian masukan buah nangka muda atau orang Aceh sebut ‘boh panah’ atau bisa juga ditambah dengan buah pisang kapok yang telah dipotong kecil-kecil. Lalu masukkan ke dalam kuali bersama bawang yang telah diiris. Tambahkan sedikit air lagi, dan biarkan masakan mendidih sempurna.

Ketika mendidih aromanya tercium sangat lezat, ini menandakan dagingnya hampir matang. Biasanya ketika Maulid Nab, setiap masyarakat Gampong berbondongan datang ke masjid atau surau untuk mengambil jatah kuah beulangong yang dibagikan secara gratis.
Kuah beulangong juga menjadi bentuk perwujudan silahturahmi antara sesama muslim, dan juga menjaga kebersamaan di antara masyarakat Aceh itu sendiri.


Tak perlu menunggu Maulid Nabi, atau tahun baru Islam, traveler yang penasaran dengan rasa kuah beulangong ini bisa mencobanya di kawasan Samahani, Aceh Besar.
Di sanalah terkenal sebagai tempat menikmati kuah beulangong yang lezat. Selain itu di kawasan Cadek, Aceh Besar, ada juga yang menjual makanan khas Aceh tersebut, yaitu Warung Hasan. Sumber ; Tribunnews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here