Selain objek wisata alam alami, dataran tinggi Gayo, Aceh penghasil biji kopi itu juga memiliki objek wisata buatan begitu milenial.

Dataran tinggi Gayo, Aceh seolah tak akan habisnya untuk ditelusuri. Di beberapa tempat masih terdapat sejumlah objek wisata yang belum diketahui banyak orang. Selain objek wisata alam alami, daerah penghasil biji kopi itu juga memiliki objek wisata buatan begitu milenial.

Salah satunya yaitu objek wisata Buntul Rintis yang berada di Desa Tensaren, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. Di lokasi ini, para pengunjung bisa menyaksikan indahnya pemandangan alam.

Untuk masuk ke lokasi ini, wisatawan hanya harus membayar tiket sebesar Rp 5000. Sementara parkir kendaaran roda empat sebesar Rp 10.000 dan roda dua Rp 5000. Objek wisata Buntul Rintis didesain dengan berbagai macam spot untuk berfoto, seperti menaiki sepeda gantung yang berjalan di atas tali atau sky bike, miniatur kincir angin, sangkar burung, kupu-kupu, dan masih banyak lainnya. Kondisi itu membuat daya tarik yang sangat sulit untuk ditampik.

Selain itu, dari Buntul Rintis, para pengunjung juga bisa menyaksikan indahnya Danau Laut Tawar. Danau terbesar di Aceh itu dikelilingi dengan gugusan pegunungan. Saat hujan turun atau pada waktu-waktu tertentu, lokasi itu diselimuti dengan awan dan kabut, sehingga suasana hawa dingin akan cukup terasa dengan syahdunya lanskap Kota Takengon.

Pemilik objek wisata Buntul Rintis mengatakan, tempat wisata tersebut diberi nama demikian karena berada di daerah Rintis. Sementara Buntul berasal dari bahasa Gayo yang berarti bukit. Ini nama daerahnya rintis, bukit bahasa Gayo yang berarti buntul.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here