Kabupaten Aceh Selatan selain memiliki lokasi wisata Pulau Dua, Air Terjun Tangga 1000, Air Terjun Tingkat Tujuh dan Tapak Tuan Tapa serta lainya, kini viral postingan di media sosial tentang wisata Puncak Grapela. Puncak Grapela yang terletak di Gampong Panton Luas, Kecamatan Tapaktuan, belum banyak yang mengetahuinya. Bahkan namanya masih asing didengar di telinga para pecinta wisata.

Apa itu bukit Grapela dan di mana puncak itu berada? Grapela merupakan singkatan dari Gerakan Perubahan Lahan. Menurut kabar, nama puncak tersebut dibuat oleh masyarakat Gampong Panton Luas, Kecamatan Tapaktuan. Kenapa dinamakan Gerakan Perubahan Lahan? Dulunya bukit tersebut tandus. Kemudian masyarkat mengubahnya atau menyulapnya menjadi bukit sejuk dengan kebun serai wangi dan tanaman lainnya.

Di lokasi bukit Grapela bagi pencinta wisata, dapat melihat keindahan panorama alam yang terhampar luas di wilayah Kecamatan Samadua dan Tapaktuan. Selain itu anda bisa menikmati udara sejuk dan melohat pemandangan kebun-kebun warga. Untuk menuju lokasi tersebut membutuhkan 10 menit dengan menggunakan roda dua dari Gampong Panton Luas Tapaktuan.

Setiap hari libur, kini banyak muda mudi yang berwisata di sana dengan melakukan selfie untuk meraka posting di media sosial. Salah satu pengujung, Irwandi Kamaruzzaman, Minggu sore (9/2/2020), mengakui, baru mengetahui bukit grapela Desa Panton Luas Tapaktuan di media sosial. “Kita ketahui bukit ini di media sosial. Baru pertama kali kami ke bukit ini.

View this post on Instagram

#puncakgrapella

A post shared by AdekFadhly (@kapten_lie06) on

Kita naik ke bukit pakai motor bersama teman-teman,” kata Irwandi, salah seorang pengunjung puncak Grapela. Di lokasi bukit Grapela, dia mengaku melihat pemandangan indah. Bisa melihat perairan laut dan permukiman penduduk Samadua dan Tapaktuan, serta panorama hamparan perbukitan. “Untuk kesana kita dipandu oleh warga setempat. Kita lewati jalanan yang berliku-liku di tengah kebun serai wangi dan kebun jengkol warga. Susananya sejuk sangat cocok bagi kita untuk berwisata di bukti Grapela ini,” lanjut Irwandi Kamaruzzaman, yang juga anggota Komunitas Tuan Tapa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here