Home Headline Air Terjun Silangit-langit Subulussalam Aceh

Air Terjun Silangit-langit Subulussalam Aceh

0

Subulussalam merupakan sebuah daerah otonom yang berstatus Pemerintahan Kota (Pemko). Letaknya tepat berada paling ujung di bagian pesisir barat selatan (Barsela) wilayah Provinsi Aceh yang langsung berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Subulussalam memiliki luas wilayah sekitar 1.391 km2 dengan bentangan hutan mencapai 34.630 hektar yang terdiri dari status kawasan Hutan Lindung, Hutan Suaka Margasatwa, Taman Hutan Raya (Tahura) dan Hutan Produksi.

Air terjun Silangit-langit ini salah satu destinasi wisata daerah.

Maka tidak heran jika daerah yang berjuluk Bumi Syekh Hamzah Fansuri ini menyimpan sejuta potensi sumber daya alam (SDA) yang kaya akan keanekaragaman hayati dan objek wisata alamnya.

Seperti salah satu objek air terjun Lae Sampuren Silangit-langit yang berada di Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, sebuah panorama yang menyuguhkan pesona alami nan asri yang patut dijelajahi.

Air terjunnya yang bertingkat-tingkat menambah ketakjuban bagi setiap wisatawan yang berkunjung. Airnya yang jernih serasa mengajak anda untuk selalu bermandi ria.

Tajuk pepohonan yang menjulang ke langit, dahan-dahan yang rindang, daun-daun yang rimbun tampak menaungi, semakin melengkapi suasana keasrian daripada air terjun tersebut.

Pahatan-pahatan batu menghasilkan gugusan jatuhan aliran air terjun bak sulaman benang Kapas yang menjuntai di tiap tingkat air terjun tersebut. Kicau burung di sana juga turut menambah inspirasi bagi wisatawan.

Untuk menuju lokasi Lae Sampuren Silangit-langit, para wisatawan terlebih dahulu harus mengarungi sebuah sungai, yaitu Sungai Lae Raso. Sebab akses satu-satunya untuk mencapai air terjun tersebut harus dengan cara melalui jalur sungai.

Tapi sebelum itu wisatawan harus menempuh perjalanan darat dari pusat kota Subulussalam dengan jarak tempuh sekitar 23 kilometer atau memakan waktu berkisar 30 menit perjalanan transportasi darat.

Sesampai di Desa Singgersing, wisatawan akan dipandu menuju jembatan Sungai Lae Raso sebagai dermaga sungai warga. Nantinya wisatawan dapat memanfaatkan jasa transportasi sungai yang disewakan oleh warga setempat.

Jenis alat transportasi oleh warga lokal menyebutnya Robin, yaitu sebuah perahu motor yang terbuat dari bahan kayu yang telah dipasang mesin sebagai motor penggerak baling-baling laju perahu sampan kayu tersebut.

Sampannya tidak begitu besar, kapasitas penumpangnya hanya lima sampai enam orang saja. Dan perahu tersebut merupakan perahu tradisional yang dirancang oleh masyarakat setempat secara turun temurun.

Butuh waktu sekitar satu hingga dua jam untuk mencapai lokasi air terjun tersebut dengan menyisiri bantaran sungai bergerak ke arah hulu.

Tentunya, sensasi mengarungi sungai dengan sampan motor semakin menambah paket penjelajahan anda. Untuk biaya sewa perahunya warga mematoknya dengan tarif sebesar 300 ribu untuk perjalanan pulang pergi.

Bagi anda seorang wisatawan yang memiliki hobi berkemah, anda juga bisa melakukan hal tersebut di lokasi ini. Kondisi hutan di sekitar lokasi air terjun tersebut aman untuk anda yang ingin bermalam di lokasi.

Tapi, sebaiknya bila musim penghujan anda harus memilih dataran yang tinggi sebagai tempat memasang tenda yang sedikit jauh dari bibir sungai guna menghindari meluapnya air sungai air terjun yang bisa saja terjadi di saat turun hujan.

Sekilas Tagar menjelaskan bahwa objek air terjun Lae Silangit-langit ini terekspos pada akhir tahun 2013 lalu yang dilakukan oleh Komunitas Pemuda Pecinta Alam Subulussalam (Komppas) salah satu komunitas lokal di Subulussalam.

Ketika itu, para pegiat Komppas tengah melaksanakan kegiatan penelusuran sekaligus mengiventarisir objek-objek air terjun di dalam kawasan hutan yang potensial dijadikan sebagai destinasi wisata daerah.

“Air terjun Silangit-langit ini salah satu objek air terjun yang kita rilis kepada dinas terkait untuk direkomended sebagai destinasi wisata daerah,” kata Amrin Purnama selaku Ketua Komppas kepada Tagar, beberapa waktu lalu.

Penamaan Lae Sampuren Silangit-langit ini hingga kini belum didapati cerita asal muasalnya. Sudah banyak orang tua kampung yang ditanyai namun, belum ada yang dapat mengisahkannya.

“Sejarah penamaan air terjun Silangit-langit ini belum kami peroleh. Saya dan kawan-kawan yang lain hingga saat ini masih mencari tau, karena sejarah penamaan itu harus kita tau sebagai informasi wisata nantinya kepada pengunjung,” kata Amri. [sumber : tagar.id]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here