Berbicara Aceh adalah berbicara tentang keberagaman. Di Aceh, tercatat kehadiran suku bangsa seperti Kamboja, Cham, Persia, dan Portugis yang secara tak langsung memberi budaya Aceh termasuk mempengaruhi kuliner di Serambi Mekkah.

Kuliner Aceh pada umumnya berbumbu intens dan memerlukan proses acquired taste untuk bisa disukai bagi mereka yang baru mencicipinya. Bumbu-bumbu kuliner Aceh memiliki rasa kuat seperti kuliner India dan Arab. Dua bumbu khas di Aceh adalah pliek dan asam sunti.

Pliek adalah parutan kelapa yang difermentasikan selama beberapa hari dan digunakan sebagai bumbu dengan aroma yang khas.

Sementara asam sunti adalah belimbing sayur atau belimbing wuluh yang dikeringkan di bawah sinar matahari. Dan berikut tujuh kuliner Aceh yang harus di coba.

1. Sie Itek

Sie itek mudah ditemukan di kedai nasi di Tanah Rencong. Sie itek terbuat dari daging bebek dengan kuah rasa kari. Umumnya sie itek hadir dalam dua varian yakni masak meurah dan masak puteh. Masak merah menggunakan bahan cabai merah. Sedangkan masak puteh mirip opor di Jawa berwarna pucat dan tidak pedas. Rasa si itek berlumur kuah kari kental.

Rasa gurih bukan hanya muncul dari cara masak yang slow braising sehingga santan tereduksi. Tapi rasa gurih juga muncul dari penggunaan kelapa gongseng atau kelapa parut yang disangrai lalu ditumbuk sampai keluar minyaknya. Total ada 12-20 jenis rempah yang digunakan. Aroma yang paling menonjol dihasilkan daun temurai atau daun kari atau salam koja.

Serta daun pandan yang digunakan untuk mengikat setiap potongan bebek yang dimasak. Rasa harum yang dipakai adalah ketumbar dan jintan serta jira ikan (fennel, adam manis). Jira ikan biasanya diguna untuk memasak ikan agar menghilangkan aroma amis atau anyir.

2. Mie Aceh

Mi aceh adalah sajian mi yang dimasak dengan bumbu-bumbu khas Aceh yang tajam dan medok serta rasa kari india yang menonjol. Bahan utamanya adalah mi telur berwarna kuning kunyit cerah dengan penampang agak besar.

Ada tiga pilihan mi aceh yakni goreng, kering, goreng setengah basah, dan berkuah. Pilihan proteinnya cukup banyak yakni daging sapi, daging ayam, udang, atau kepiting.

Mi aceh disajikan dengan taburan bawang merah, emping goreng, serta acar mentimun, dan bawah merah, Sajian gurih-pedas cocok dinikmati dengan es timur kerok khas Aceh.

3. Karee Kameng

Karee kameng banyak ditemukan di kedai di Aceh dengan kuali atau wajan besar yang selalu dipanaskan. Tak hanya dimakan dengan nasi putih, karee kambing cocok dimakan dengan roti jala khas Aceh. Aroma karinya juga cukup kuat. Kari kambing disajikan dengan acar mentimun dan nanas. Termasuk cocok dipadu dengan asam udeung yakni sambal udang yang rasanya sangat lezat

4. Keumamah

Keumamah dikenal dengan nama gulaie keumamah atau populer dengan eungkot kayee. Bahan utamanya adalah daging ikan tongkol yang direbus atau dikeringkan dengan cara disalai. Ikan kering tersebut keras seperti kayu dan disebut ikan kayu.

Di Aceh, keumamah dan ikan kayu disayat tipis-tipsi dan dilembabkan kembali dengan merendamnya di dalam air panas sebelum dimasak dengan bumbu gulai bersantan tebal yang kayak rempah. Keumamah memiliki rasa asam dari asam sunti serta pedas dari cabai rawit, cabai merah, dan cabai hijau. Untuk membuat lebih mengenyangkan keumamah sering diisi degan kentang, kacang panjang, atau sayur mayur seperti jantung pisang atau terung telunjuk.

5. Gulai Kepala Ikan

Gulai kepala ikan memiliki rasa yang lebih halus dengan tone asam dari asam kandis atau ayam gelugur. Gulai kepala ikan mengggunakan ikan kakap putih. Makannya kepala ikan tidak boleh terburu-buru karena banyak duri dan tulang. Untuk menikmati gulai kepala ikan bisa ditambahkan asam edeung alias sambal ganja. Disebut sambal ganja karena efeknya membuat ketagihan.

6. Ayam Tangkap

Ayam tangkap disiapkan begitu dipesan. Pemesan membutuhkan waktu 20-30 menit. Dari sinilah muncul nomenklatur ayam tangkap. Tamu yang tidak sabar menunggu lama aka bertanya, “Ayamnya masih ditangkap,ya?” Ayam tangkap harus dibuat dari ayam kampung, dipotong menjadi potongan kecil-kecil.

Setelah dimarinasi dengan bumbu, ayam digoreng dalam wajan besar selama 8-10 menit. Pada menit terakhir penggorengan dimasukkan dua genggam daun-daunan yakni daun pandan, daun temurui atau daun salam kaji, dan cabai hijau yang digoreng sampai garing. Formula rahasia yang membuat ayam tangkap istimewa adalah menggorengnya dalam porsi kecil dalam wajan besar dan minyak panas.

7. Nasi Gurih

Di Aceh, makanan yang khas adakah nasi guri alias nasi gurih. Nasi guri dimasak dengan santan dan ditaburi dengan bawang goreng, serundeng, kerupuk, atau emping, irisan mentimun, kering tempe, dan kacang goreng. Lauknya adalah kalio daging sapi, paru, dan limpa, kalio ayam, ikan rambeu goreng, dendeng, dan lain-lain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here