Home Destinasi Aceh Tenggara 5 Makhluk Misterius Ini Konon Menjadi Penghuni Setia Gunung Leuser Aceh

5 Makhluk Misterius Ini Konon Menjadi Penghuni Setia Gunung Leuser Aceh

0

Gunung Leuser merupakan gunung tertinggi yang ada di Aceh dan merupakan salah satu gunung yang dijadikan Cagar Biosfer oleh UNESCO pada tahun 1981, Gunung Leuser juga telah menjadi situs warisan tak benda dunia pada tahun 2004. 

Sangking pentingnya Gunung Leuser bagi iklim dunia, maka muncul sebuah anekdot yang mengatakan “jika Hutan Hujan Amazon adalah paru-paru dunia, maka Gunung Leuser adalah jantungnya dunia”.

Namun, tak bedanya dengan gunung-gunung atau hutan-hutan lainnya  yang ada di Indonesia, pastilah banyak misteri atau mitos tentang gunung tersebut tak terkecuali dengan Gunung Lueser, oleh karena itulah berikut kami sajikan, 5 Makhluk Misterius Ini Konon Menjadi Penghuni Setia Gunung Leuser, Aceh :

1. Tanaman Kanibal

Menurut para pendaki di Leuser, hutan Leuser juga merupakan tempat tinggalnya dari tanaman-tanaman yang konon katanya tidak hanya memakan serangga atau hewan, tumbuhan itu juga mampu melahap dan memakan manusia yang sedang lengah bisa jadi pada saat manusia itu sedang tertidur, namun faktanya Gunung Leuser memang dikenal memiliki tumbuhan endemik disumatra yang memakan serangga seperti Bunga Bangkai dan Bunga Reflesia Arnoldi ada juga Si kantong semar yang memakan serangga-serangga kecil seperti lalat dan semut, bisa jadi yang dimaksud oleh para pendaki itu adalah bunga-bunga yang saya sebutkan tadi, karena minimnya ilmu pengetahuan pada waktu itu maka muncullah mitos-mitos kalau bunga tersebut juga mampu memakan manusia pada saat manusia itu lengah.

2. Syiah Ketambe.

Makhluk misterius ini dulunya sangatlah di percayai keberadaannya di kaki Gunung Leuser lebih tepatnya sebagai penguasa Hutan Ketambe, Aceh Tenggara, masyarakat Suku Alas meyakini Syiah Ketambe erat hubungannya dengan legenda Si Layakh yang mahsyur itu, dimana setelah Si Layakh mendapatkan serangan pukulan dari Pengulu Mude dan tumbuh Si Layakh di jatuhkan ke jurang disekitaran daerah Pengurusan, atau Gurah sekarang. Syiah Ketambe inilah yang menyelamatkan hidup Si Layakh dan mengurusnya sampai dia pulih kembali, bahkan sang Syiah Ketambe mengajari Si Layakh beberapa gerakan bela diri yang konon katanya menjadi cikal bakal Peulebat, Seni bela diri khas Aceh Tenggara. 

Tanah atau lokasi yang menjadi tempat jatuhnya tubuh Si Layakh di pengurusan di percaya penduduk setempat dewasa ini tak dapat hidup kembali, dan jika pun hidup binatang takkan mau mendekat dan memakan rumputnya. (Nb : Ada juga versi lain yang mengatakan bahwa riwayat hidup Si Layakh hanya sampai di pengurusan saja, ia dibunuh oleh Pengulu Mude lalu tubuhnya dimutilasi,dibuang begitu saja ke jurang Pengurusan, tanah tempat potongan tubuh si layakh tidak lagi di tumbuhi oleh rumput dan hewan-hewan enggan mendekati area tersebut). 

Kembali lagi ke sosok Syiah Ketambe, ada dua versi yang mengatakan makhluk apa sebenarnya Si Syiah Ketambe ini, versi pertama mengatakan bahwa dia adalah Jin Islam penguasa Ketambe, dan versi kedua mengatakan bahwa Syiah Ketambe adalah seorang Ulama penyebar agama Islam di Aceh Tenggara, namun sampai sekarang masih banyak masyarakat di Aceh Tenggara yang mempercayai keberadaan Syiah Ketambe di Hutan Ketambe, dia dianggap sebagai pelindung Hutan di Ketambe

3. Tikus Putih Raksasa Atau Pulusan Gunung

Cerita ini saya dapatkan langsung dari salah seorang guide yang berdomisili di daerah Keudah, Gayo Lues, beliau sudah beberapa kali berhasil mencapai puncak tertinggi di Gunung Leuser dengan ketinggian 3.466 mdpl. Menurut dia setelah berjalan 4 atau 7 hari kita akan sampai ke daerah yang disebut dengan Hutan Lumut, hutan yang jika diperhatikan sesaat sangatlah penuh dengan misteri disana-sini pepohonan ditutupi oleh lumut-lumut, dan jika diperhatian lagi secara seksama hutan lumut ini hampir-hampir mirip seperti hutan yang ada dalam film The Lord Of The Ring ketika Frodo dan temannya tersesat di hutan dan diselamatkan oleh si penghuni hutan tersebut berupa pohon yang bisa bergerak.

Menurut guide tadi, setelah 4 atau 7 hari pendakian kita akan nge-camp di hutan lumut, nah disinilah konon katanya ada sesosok makhluk misterius yang usil dan menganggu para pendaki dan guidenya, makhluk itu akan muncul menggangu apabila para pendaki atau guide melakukan kesalahan atau berbuat hal yang tidak sewajarnya di Hutan wilayah kekuasaannya itu, makhluk itu kata si guide hampir mirip menyerupai tikus besar yang bewarna putih, besarnya hampir menyerupai besar dari babi hutan.

Sang Guide dari Keudah mencoba untuk membuktikan keberadaan dari makhluk itu dengan cara melakukan perbuatan terlarang di hutan yang ia sendiri tidak mau mengatakan perbuatan apa yang ia lakukan bersama-sama dengan pendaki lainnya, hal hasil makhluk misterius itu muncul dan melakukan keusilan alias mengganggu para pendaki dan guidenya, gangguan yang diberikan oleh si Tikus Putih itu adalah berupa mencuri dan menyembunyikan logistik para pendaki dan guidenya, si Tikus Putih hanya ingin memberikan pelajaran dan menyusahkan sedikit para tamunya yang tidak tau bagaimana cara bertamu, namun menurut sang guide si tikus putih yang berukuran jumbo itu tidak mau menyelakai atau melukai para pendaki, sifatnya hanyalah usil dan memberikan pelajaran.

Jika dilihat-lihat dari kareteristik wujudnya bisa jadi yang maksud oleh sang guide itu adalah jenis hewan Pulusan Gunung, yang memang hewan itu mirip seperti wujud tikus namun tubuhnya memanjang dengan ukuran 50-60 Cm, hewan yang memiliki nama ilmiah Mustela Lutreolina ini masih sedikit data tentangnya karena sulitnya menemukan hewan yang hanya bisa hidup diketinggian diatas 1400 Mdpl-2596 Mdpl. 

Hewan ini adalah salah satu jenis hewan karnivora yang pada tanggal 15 Februari 2013 terlihat di kamera jebak yang dipasang oleh Balai Taman Nasional Gunung Leuser  (TNGL) dan Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia.

4. Kera Besar di Selatan Leuser

Terdapat banyak laporan yang mengatakan bahwa di sana terdapat spesies kera. Kera ini mungkin tidak menyerang manusia, namun tetap saja harus waspada bagi para pendaki dan pengunjung jika bertemu kera ini.

5. Suku Mante, Suku Primitif di Pedalaman Leuser

Sampailah kita ke Makhluk Misterius yang terakhir yang mendiami hutan hujan Gunung Leuser, mungkin makhluk inilah yang paling populer dan ditunggu-tunggu info terbarunya bukan hanya dari masyarakat lokal namun juga sudah menjadi buah bibir se-Indonesia.

Keberadaan makhluk misterius ini di Aceh memang telah menjadi isu yang sangat-sangat lama. Karena sangking begitu lama hingga menjadi mitos atau isapan jempol di masyarakat Aceh saat ini, perbincangan suku ‘mistis’ ini hanya sempat populer di beberapa era baik masa raja-raja Kerajaan Aceh Darussalam dan juga masa penjajahan Belanda.

Penyebutan makhluk misterius ini sendiri di Aceh memiliki penyebutan yang beragam, di Aceh Besar dan Pidie di sebut Suku Aneuk Coh-coh dan di dataran tinggi Gayo-Alas di sebut Suku Mante.

Suku Mante hidup di dalam gua-gua yang disebut Gua Beye, Jambur Atang, Jambur Ketibung, Jambur Ratu dan Jambur Simpang yang berada jauh di dalam hutan belantara Aceh dengan penyebaran dari Pidie, Aceh Tengah, Aceh Tenggara dan Aceh Timur.

Sejarawan Aceh, Prof Ibrahim Alfian, pernah menyebutkan dalam Kamus Gayo-Belanda susunan Dr GAJ Hazen, terbit tahun 1907, istilah Mante digunakan untuk sekelompok masyarakat liar yang tinggal di hutan. Sementara pada Kamus Gayo-Indonesia tulisan antropolog Nelalatoa, panggilan Mante juga disebutkan untuk memberi nama kelompok suku terasing setempat.

Menurut Kekeberen Gayo (Kesenian betutur di Suku Gayo), Makhluk misterius ini terbagi dua jenis yakni Mante dan Kumen.

Ciri dari Mante berkulit coklat dengan postur tubuh sekitar 150-an cm serta memakai gelang di leher, dan anting pemberat di telinga. sedangkan Kumen memiliki tubuh yang kecil pula berbulu lebat dan memiliki kaki yang terbalik kebelakang dan tumit yang menghadap kedepan.

Refrensi : https://www.mongabay.co.id/2015/02/19/inilah-penampakan-satwa-misterius-pulusan-gunung/https://gunung.id/misteri-gunung-leuser/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here