Pulau Nasi. Demikian pulau seluas 2.731, 87 hektare itu diberi nama. Pulau ini masuk dalam bagian gugusan Pulo Aceh, Kecamatan Aceh Besar yang terdiri dari sepuluh pulau kecil dan tiga pulau besar. Untuk menuju pulau di ujung barat Indonesia ini, butuh waktu selama 45 menit melalui pelabuhan Ulee Lheuee atau Lampulo.

Asal usul penamaan Pulau Nasi

Melansir buku Ensiklopedia Populer Pulau-pulau Kecil Nusantara, Aceh Pagar Raya di Barat Laut Nusantara, sejarah penamaan Pulau Nasi bermula dari kisah nasi bungkus. Sebab, dahulu, butuh waktu setengah hari untuk menempuh perjalanan agar bisa sampai ke pulau tersebut.

Warga pun biasanya membawa nasi bungkus sebagai bekal perjalanan yang disantap saat menuju pulau atau ketika sampai di tempat tersebut. Kemudian, suatu ketika, beberapa orang menempuh perjalanan ke pulau besar yang terletak di utara Pulau Nasi. Lantaran membutuhkan waktu tempuh yang lebih lama, nasi bungkus bekal yang mereka bawa pun menjadi basi.

Mereka lalu membawa beras selama di perjalanan. Sehingga pulau di utara Pulau Nasi itu diberi nama Pulau Breueh. Dalam Bahasa Indonesia artinya adalah Pulau Beras.

Juga dikenal sebagai Pulau Peunaso Oleh masyarakat sekitar, Pulau Nasi juga dikenal sebagai Pulau Peunaso. Menurut keyakinan masyarakat, nama Peunaso diberikan oleh Sultan Iskandar Muda yang ketika menjelang persiapan pernikahannya dengan Putro Phang mengirimkan orang-orang dari daratan Aceh yang dipimpin seorang bangsawan yang dikenal dengan sebutan Raja Kandang.

Pantai Momong Aceh,Spot Terbaik

Orang-orang itu dikirim untuk bertani buah-buahan dan sayur-sayuran yang akan dibawa untuk bekal pelayaran ke Pahang. Adapun buah-buahan tersebut diperuntukkan sebagai buah tangan (asoe talam-isi talam) dari seorang calon suami. Pulau ini disebut Pulau Peunaso (Pulau Pengisi) karena proses isi-mengisi secara timbal balik tersebut.

Kehidupan masyarakat di Pulau Nasi

Pulau ini mayoritas dihuni oleh penduduk etnis Aceh. Tetapi ada pula suku pendatang lain seperti Jamee dan Minangkabau. Pulau Nasi ditempati kurang lebih 1.315 jiwa dengan jumlah kepala keluarga sebanyak kurang lebih 397. Pulau ini terdiri dari lima desa, yakni Desa Deudap, Desa Lamteng, Desa Alue Reuyeung, Desa Janeng dan Desa Rabo. Mayoritas penduduk pulau nasi bekerja sebagai petani dan nelayan. Pulau Nasi memiliki beberapa pantai dengan hamparan pasir putih. Kondisi ini membuat Pantai Nasi memiliki daya tarik khas, terutama dalam hal pariwisata. [sumber : Kompas.com]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here