Home Budaya Uniknya Tradisi Sawah Suku Kluet di Aceh Selatan

Uniknya Tradisi Sawah Suku Kluet di Aceh Selatan

0

Suku Kluet atau Keluwat di kabupaten Aceh Selatan memiliki tradisi khusus selama mengolah lahan pertanian. Mulai dari petani turun ke sawah, menabur bibit, menanam hingga padi dipanen dan diolah. 

Pada saat kali pertama turun ke sawah, petani Suku Kluet akan mengadakan upacara yang biasa disebut dengan Kenduri Ule Lhueng atau Babah Lhueng. Kenduri ini digelar pada saat air yang akan mengairi sawah dimasukkan ke dalam alur. Dalam prosesinya, biasanya akan ada pemotongan hewan kerbau. Kenduri ini dilakukan secara besar-besaran di area alur sawah. 

Pada saat padi sudah berumur satu hingga dua bulan, Suku Kluet menggelar Kenduri Kanjipada. Berbeda dengan kenduri sebelumnya, Kanjipada dilakukan secara sederhanadengan membawa bubur ke sawah. Meski begitu, pengantaran bubur ini tidak boleh dilakukan secara sembarangan, namun harus dipimpin oleh kejurun belang atau juru biyo. 

Tradisi ini dilanjutkan dengan Kenduri Sawah, yang dilakukan pada saat padi sudah berisi atau membunting. Adapun kenduri ini memiliki penyebutan yang berbeda di beberapa daerah di Aceh. Misalnya, di Aceh Besar biasa dikenal dengan Keunduri Geuba Geuco di tempat yang dianggap kramat, Kenduri Adam di Aceh Utara, serta di daerah Aceh Pidie ada Kenduri Dara Pade. 

Tak hanya itu saja, pada saat padi telah dipotong dan dituai, Suku Kluet menggelar Kenduri Pade Baro. Pade Boro digelar secara sederhana oleh keluarga petani di rumah masing-masing. Kenduri ini sendiri bertujuan untuk menikmati hasil panen. 

Itulah serangkaian upacara yang dilakaukan leh Suku Kluet selama mengolah sawah hingga panen. Dilansir dari facebook.com/wisataaceh.co.id Suku Kluet adalah pemeluk agama Islam yang teguh. Jadi, upacara-upacara yang digelar tersebut bukan persembahan untuk dewa-dewa, melainkan wujud doa dan rasa syukur kepada Tuhan atas panen yang melimpah. 

Adapun secara etnis, orang Kluet termasuk dalam rumpun Batak, yaitu Batak Utara. Bahasa yang dituturkan oleh masyarakat Kluet adalah bahasa Alas-Kluet, yang dikategorikan sebagai bagian dari bahasa Batak. Bahasa Kluet sendiri terbagi menjadi tiga dialek, yaitu dialek Paya Dapur, Manggamat dan Lawe Sawah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here