Home Budaya Sejarah Kerawang Gayo Lokop Serbejadi (Aceh Timur) dan Maknanya

Sejarah Kerawang Gayo Lokop Serbejadi (Aceh Timur) dan Maknanya

0

Kerawang Gayo di Lokop Serbejadi Aceh Timur yang biasa di sebut Baju Lokop telah menjadi kebanggaan suku Gayo karena telah mendunia namun sekarang ini kebanyakan kita lupa bahkan tidak mengetahui dari mana asal usul baju tersebut. Kapan pertama sekali diciptakan.

Baju Kerawang Gayo mulai dikenal Lokop Serbejadi Aceh Timur pada abad ke 12 Masehi di masa kepemimpinan Syech Mursyid Merah Habok yang kemudian dikenal dengan gelar Munyang Tualang. Dia seorang ulama yang berasal dari Linge keturunan dikukuhkan sebagai raja oleh rakyat.Ide pertama munculnya motif Kerawang  Gayo berasal dari bunga pohon Gambir atau kacu Pohon ini hanya terdapat di daerah Lokop Serbejadi, tidak ditemukan di daerah Gayo lain baik di Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah dan Aceh Tenggara.

Motif Kerawang Gayo melambangkan peta wilayah Lokop Serbejadi dan  melambangkan sumber mata pencaharian masyarakat setempat dari persawahan dan kacu yang memiliki 4 kemukiman, Tualang, Jering, Bunin dan Simpang Jernih.

Peta penunjuk digambarkan dalam motif Kerawang Gayo tersebut, sisi depan menujukkan pemukiman Tualang dan Jering sementara di sisi belakang adalah pemukiman Bunin dan Simpang Jernih.

Motif tersebut warna dasarnya hitam menunjukan adat Gayo Lokop adalah kunci ibadah yang terdapat didalamnya hukum syari’at, hukum adat dan hukum akal.Selain itu terdapat  beberapa warna lain, merah menandakan keberanian.hitam perlambang pantang menyerah, biru tanda kesetiaan, putih untuk kesucian, kuning lambang kejayaan dan warna hijau bermakna kesuburan.

Selanjutnya ada motif berbentuk rumah adat dan sesirung atau sesirung tupangyang di sebut Jema Opat yaitu Reje (raja), Sudere(saudara), Urang Tue(orang tua) dan Pegawe (Imam)Reje yang berpangkat suket ku are pas opat kal, sipet ku seta  pas roa jengkal. Sudere merupakan pong mupakat sara umah, pong mugenap sara belah (musyawah dalam keluarga pihak lakilaki dan dari pihak perempuan).


Sementara Urang Tue berperan si sidik sasat yakni mencari kebenaran berita, berlaku benar berpapah, salah bertegah (membimbing dan menegur). Imam (Pegawe, Imem), tugasnya metihi Hadist urum firman, metihe sah urum batal, metihe halal urum haram.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here