Home Bisnis Alue Naga Dapat Jadi Destinasi Wisata Kuliner Tiram

Alue Naga Dapat Jadi Destinasi Wisata Kuliner Tiram

1

Kawasan Sungai Tibang, waduk dan anak sungai Alue Naga, Kecamatan Syiahkuala, Banda Aceh, merupakan salah satu habitat tiram dan kerang hijau di Aceh.

Pelopor Budidaya Tiram Metode Sederhana (BTMS) di Aceh yaitu dengan memanfaatkan ban mobil bekas sebagai media untuk menempel spat (bibit) tiram, Syardani M. Syarif yang akrab disapa Teungku Jamaica, mengatakan, kawasan tersebut berpotensi besar untuk dikembangkan.

“Tiram merupakan komoditi yang dapat menjadi produk unggulan Aceh. Kami ingin para pengusaha melihat tiram sebagai peluang bisnis baru, dengan potensi ekspor yang besar,” kata Jamaica, Senin, 4 Juni 2021, di kawasan budidaya tiram, Alue Naga, Banda Aceh.

Jamaica mengatakan, waduk dan kanal di Alue Naga yang memiliki pemandangan air yang luas dan indah dapat menjadi sebuah destinasi wisata yang unggul di Kota Banda Aceh.

“Ada waduk, sungai, dan kuala, di sini sehingga baik untuk destinasi wisata kuliner tiram, setelah budidaya tiram dikembangkan lebih baik. Pembudidayaan tiram inilah yang perlu segera dilakukan sehingga petani tiram dapat terangkat derajat hidupnya,” kata Jamaica.

Sebelumnya diberitakan, telah diketahui bersama, petani tiram tradisional setempat biasanya memanen tiram dengan cara merendam dalam air asin dan berlumpur selama berjam-jam untuk mengambil tiram yang menempel di batu-batu dan kayu di dasar waduk/sungai/alur.

Dalam kondisi yang tidak nyaman dan juga penuh risiko tersebut, petani tiram tradisional di sana harus berjalan di atas permukaan batu sangat licin yang mudah terpeleset hingga jatuh.

“Walaupun mereka menggunakan sepatu karet dan sarung tangan, namun cangkang tiram yang keras dan tajam itu juga masih dapat membelah dan menembus sepatu karet dan sarung tangan yang mereka gunakan itu, sehingga dapat melukai fisik terkena sayatan cangkang tiram yang sangat tajam,” katanya.

Jamaica mengatakan, dirinya tidak ingin mengubah profesi petani pencari tiram, Budidaya Tiram Metode Sederhana yang dilakukannya hanya mengubah cara kerja untuk memudahkan dan meringankan pekerjaan mereka untuk mencari Tiram.

Pencari tiram tidak perlu lagi harus turun merendam dalam air asin dan berlumpur untuk mengambil tiram, tapi mereka cukup duduk di atas sampan atau perahu kecil untuk mengangkat collector (ban mobil bekas) yang telah dipenuhi dengan tiram siap dipanen, juga tidak lagi terluka kaki dan tangannya karena kena sayatan cangkang tiram yang tajam.

“Budidaya Tiram Metode Sederhana tersebut mudah ditiru dan dilakukan oleh siapapun. Jadi, siapapun Gubernur Aceh, Bupati/Walikota, tinggal plot anggaran saja, copy and paste program Budidaya Tiram Metode Sederhana ini. Khusus di Alue Naga, kawasan budidaya tiram dapat menjadi destinasi wisata yang besar,” kata Teungku Jamaica.[]

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here